Beranda > Tak Berkategori > Nilem Potensial Jadi Unggulan

Nilem Potensial Jadi Unggulan

 

Tasikmalaya, Kompas – Ikan nilem (Osteochilus hasselti) sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk unggulan perikanan budidaya dari kawasan Priangan, khususnya Kabupaten Tasikmalaya. Dari sisi ekonomi, kelestarian lingkungan, kesehatan, dan produksi, budidaya ikan yang memakan ganggang ini menguntungkan.
Demikian dijelaskan Ketua Forum Nilem Priangan, Muhamad Husen, Selasa (11/12). Menurut dia, keuntungan yang didapat dari budidaya nilem, yakni dari sisi kesehatan. Karena kebiasaannya memakan ganggang, ikan nilem tergolong ikan organik. Ini lebih baik dibanding memberinya makan pelet.
“Makan makanan organik berarti menyehatkan. Dan biasanya makanan organik harganya mahal. Berarti, peluang harga jual ikan nilem tinggi,” kata Husen.
Jika ikan diolah, otomatis akan memberikan keuntungan lebih bagi pengolah dan pembudidaya. “Tingginya permintaan produk olahan ikan nilem akan mendongkrak produksi. Dengan demikian, keuntungan ekonomis pun didapat,” ujarnya.
Data Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan, produksi ikan nilem tahun 2006 sebanyak 5.901 ton. Sebanyak 80 persen produksi ikan nilem nasional berasal dari Jawa Barat. Dari jumlah itu 95 persen di antaranya diproduksi di wilayah Priangan. Dari angka tersebut sekitar 70 persen-80 persen produksi berasal dari Tasikmalaya. Dibantu modal usaha
Menurut Yaya Hudaya, Ketua Kelompok Usaha Bersama Pengolah Ikan Nilem Mawa Rancage, Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, ikan nilem bisa diolah dengan cara digoreng, dibuat dendeng, pindang, diasap, dan dikalengkan.
“Harga anak ikan nilem goreng ukuran 5-7 sentimeter Rp 15.000 per kilogram. Setelah baby fish itu digoreng, harganya Rp 10.000 per bungkus isi 80 gram, sementara ikan nilem ukuran 9-12 sentimeter dibeli seharga Rp 13.000. Setelah dibuat dendeng dijual seharga Rp 7.000 per bungkus. Permintaan pasar baby fish cukup tinggi,” tutur Yaya.
Husen menambahkan, keuntungan lain adalah dari aspek lingkungan. Ikan nilem bisa berperan sebagai pembersih kotoran karena kebiasaan makannya. Mengutip sebuah hasil penelitian Institut Pertanian Bogor tahun 2004, menurut Husen, seekor ikan nilem seberat 5 gram bisa menghabiskan pakan berupa ganggang sebanyak 6,4 kilogram dalam jaring apung seluas 19 meter persegi untuk mendapatkan berat 100 gram.
Keunggulan tersebut merupakan modal yang kuat bagi pemerintah untuk mengembangkan nilem yang kini sudah tidak banyak dikenal orang. Berdasarkan data Forum Nilem Priangan, ada 743 rumah tangga perikanan (RTP) budidaya nilem dan 19 (RTP) pengolahan.
Dedin Ruswandi dari Bidang Produksi Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan, mengatakan bahwa pemerintah telah memberikan perhatian terhadap budidaya nilem dengan memasukkannya dalam Program Pendanaan Kompetitif (PPK) untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Ada satu kelompok pembenih, dua kelompok pendeder, dan satu kelompok pengolah yang masuk dalam PPK IPM. Mereka mendapatkan modal kerja dan alat. Ini merupakan perhatian pemerintah daerah terhadap komoditas terbesar perikanan budidaya di Tasikmalaya,” kata Dedin.
Categories: Tak Berkategori
  1. Xball
    21 Desember 2010 pada 5:34 AM | #1

    Dimana saya bisa membeli ikan nilem yg masih hidup??

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.